Laman

Sabtu, 19 Juli 2025

ESAI

TRADISI SAMA' DALAM HADIST, METODE PALING BAGUS DALAM MENGAJI ILMU

M. Taufan Musonip



Tahamul dalam kosakata arab, bisa diartikan sebagai tatacara mengambil ilmu dari seorang guru.

Tahamul yang tinggi derajatnya adalah dengan cara mendengar (sama'), baik murid mendengar saja atau murid mendengar lalu dituliskan. Metode ini menghasilkan hadits sohih, karena guru dan murid langsung bertemu. Lafaz yang biasa dipakai Hadatasana, Ambarona, Sami'na. Jadi jika menemukan lafaz ini dari hadist yang didengar, potensi sohihnya tinggi, dalam tulisan lafaz-lafaz tersebut kadang disingkat menjadi simbol huruf, tapi guru tetap membacakan riwayat hadist dengan lafadz yang lengkap. 

Metode yang lain yang derajatnya di bawah dari metode mendengar adalah murid membacakan riwayat, guru mengoreksi. Lafaznya adalah qoro'tu, qiroa'tu dan lafaz senada lainnya. Jika mendengar atau menemukan riwayat hadist dengan lafaz tsb masih berpotensi sohih.

Minggu, 13 Juli 2025

Islam dalam Bahasa Indonesia dan Tradisi Buku sebagai Realitas Jaman



Para Santri di Pengajian Sabtuan
Di Makbaroh Kyai Madroi


 

"Buku dan modernitas menjadi bagian dinamika masyakat Islam di Indonesia, anak kandung kolonialisme sekaligus malinkundang kolonialisme itu sendiri tapi dimasa sekarang menjadi jarak bagi tradisi sanad tadi yang sebenarnya merupakan bentuk keilmuan yang sangat terukur dan bersifat menjaga keilmuan Islam.

Buku, bahasa Indonesia, dan pembelajaran sendiri adalah sebuah realitas keindonesiaan walau dilahirkan dari cara Belanda melahirkan masyarakat jajahan yang rasional, yang kelak akan membantu kolonialisme itu sendiri.

Dulu orangtua-orangtua kita terbiasa menulis dalam aksara arab, meski bahasanya Jawa, Sunda atau Melayu. Ini karena pendidikan saat itu adalah pendidikan Islam metode sanad, tidak memakai bangku sekolah seperti saat ini. Dalam metode sanad itu kita diajarkan memilih guru yang tsiqoh, keilmuan pun sangat terjaga, menulis kitab harus benar-benar terjaga dari kitab ulama terdahulu, metodenya seperti tafsir Qur'an, setiap ayat yang ditafsirkan diberi tanda kurung, penafsirannya di luar kurung. 

Memilih guru tsiqoh dalam tradisi hadist ada tuntunannya, misal dalam tradisi jarah dan ta'dil, ada kitab yang menulis tarajim para perawi hadist, tiap nama perawi dituliskan biografinya, lalu dijarah dalam artian dicari kekurangannya, apakah semasa hidupnya sering fasik, berbohong dan ahlaknya terkenal tidak baik, apakah ia termasuk orang yang sering menulis hadist palsu, dll.