---Pembacaan atas Buku Puisi Eko Putra
Jika menengok dua penyair senior Indonesia yang sajak-sajaknya memiliki warna-warna kelokalan maka kita akan teringat pada Abdul Hadi WM dan Oka Rusmini. Abdul Hadi WM, mempercayai bahwa senyawa antara pengalaman batin dan lingkungan tempat sang penyair tinggal akan menjadikan bahasa menemukan tonggaknya sebagai puisi. Hadi, menjadikan Puisi sebagai pengalaman egoistik, sebuah katarsis dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari sebagai perifer dari pengamatan puitiknya.
Sementara Oka Rusmini memberi warna katarsis dalam kacamatanya yang perempuan, dalam sebuah pengantarnya pada antologi puisi Warna Kita, Oka Rusmini yang mengedepankan dirinya sebagai seorang Balian, salah seorang anggota dukun bali yang mengalami pengalaman theurgis dalam melihat Bali sebagai inspirasi.