Selasa, 30 Oktober 2018

Sebuah Anekdot 5

Ramuan Anti Jomblo
M Taufan Musonip

Suatu kali, entah berapa puluh tahun atau ratusan tahun yang akan datang,  saat orang sudah enggan menikah dan tak lagi percaya pada cinta. Seorang profesor berhasil menciptakan virus anti jomblo,  jangan tanya virus ini bagaimana dibuatnya,  yang jelas dengan berbagai rekayasa kimia dan sedikit mantra. Pemerintah yang khawatir negaranya tak akan mendapat bonus demografi,  akhirnya mendorong Sang Profesor melontarkan kapsul virusnya di saat bulan purnama.

Semua orang di negeri itu pada berangkulan. Anak muda yang pemalu, kikuk dan gagap tiba-tiba menyatakan cintanya kepada janda cantik penjaga perpustakaan, yang sudah lama pula memendam cinta. Para pasangan yang tengah menghadapi perceraian, dapat melihat keindahan masa lalu yang baik dengan pasangan mereka. Jangankan manusia, sepasang burung dara yang berjauhan di sebuah kabel listrikpun tiba-tiba saling memeluk melihat seberkas matahari pagi yang menabrak pipi rembulan.

Tapi Sang Profesor di menara suarnya mulai ada gelagat tak baik setelah kapsul berhasil diluncurkan. Di setiap sudut negeri itu muncul orang-orang yang tak peduli pada keadaan itu.  Mereka berjalan ke arahnya berkeliling seperti laron,  berjalan seperti jombi.

"alamak," sang profesor menepak dahinya. "Gua tak tahu,  dan tak menghitung jumlah politisi di negeri, ini," ia pun melirik pada Tuan Presiden.

Anehnya, Tuan Presiden pun berubah menjadi kaku,  matanya membiru.


"sangat manjur ramuanmu Profesor! "

Nyatanya Sang Presiden sudah lebih dahulu mencoba ramuan itu dalam bentuk sirup dengan soda yang bergolak.

Minggu, 07 Oktober 2018

Gombalnya Gombal (Sebuah Anekdot 4)

Luma yang Pelupa
M Taufan Musonip

Jadi orang pelupa itu menyehatkan bayangkan,  

Luma lupa menaruh kunci mobilnya, dia mencarinya sambil menggenggam kunci rumah,  kunci mobil ditemukan,  sekarang dia lupa kunci rumah ditaruh di mana. Ia tak mau fokus pada masalahnya,  mengingat keberadaan sang kunci rumah sambil menyisir. Ditemukannya di atas kulkas. Anehnya sisirnya tiba tiba menghilang,  ia cari ke sekeliling rumah. 

Berapa kalori terbuang saat Luma Lupa.

Dia yang pelupa,  membuatnya selalu bangun dini hari,  sebab barangkali ia harus mencari barang yang lupa ditaruhnya. Kalau tak ada kendala ia biasa olah raga pagi. 

  1. Untuk membantu mengingat peristiwa-peristiwa ia menulis. Pikirannya selalu diolah setiap malam. Dalam tulisannya ia bisa merencanakan apa saja,  ia bisa menjadi apa saja. Menjadi enterpreneur, menjadi penulis,  menjadi pemancing atau pelukis. Cuma satu yang ia tulis dan supaya tidak lupa ditulisnya dengan hurup kapital:


"JANGAN PERNAH JADI PEJABAT!"

Sebab tidak menyehatkan badan. 

Selasa, 02 Oktober 2018

Gombalnya Gombal (Sebuah Anekdot 3)

Alam Pikiran Yunani
M Taufan Musonip

Paling mengasyikan adalah mengunjungi lapak buku bekas. Pengunjung bisa merasakan misteri bagaimana buku-buku klasik yang sulit ditemukan cetak ulangnya di masa sekarang terkumpul di situ bersama sang pelapak yang tak kalah misteriusnya.  Sore itu terlihat sepasang anak muda mengunjungi lapak tersebut. Yang perempuan terlihat cemberut.

"Kenapa sering sekali mengajakku kesini?" tanyanya,   Ia merasa jenuh,  dengan aktifitas akhir pekan yg itu-itu saja.

"Aku harus mencari Buku Mohamad Hatta," Jawab anak laki-laki tersebut sambil terus berkutat dalam tumpukan buku.

Sabtu, 29 September 2018

Gombalnya Gombal 2 (Sebuah Anekdot )



Nomor Urut
M Taufan Musonip


Setelah nomor urut diumumkan,  seorang anak gadis nan jelita bertanya kepada seorang anak laki-laki sepermainan.

"kau pilih 1 atau 2?"

Anak lelaki itu tersenyum dan menjawab.
"Bagiku itu bukan pertanyaan ideologis,"

"Pilihannya kan memang hanya dua nomor itu!"
Anak gadis itu merasa pertanyaannya memancing diskusi ideologis.

"dengan hanya memilih dua nomor itu kau tak akan mendapatkan alternatif.  Sebab pernyataan ideologis itu adalah ketika aku memilihmu,  dan dengan begitu aku akan menjadi imammu,"

"Gombal! "


Sang gadis,  merasa calon pemimpinnya memiliki selera humor dan cukup intelek. Tapi ia tak mau ucapkan kepadanya. Sebab ia tak pernah inginkan seorang laki-laki manapun mudah menaklukkan hatinya.


Bandung,  29 September 2018

Cermin


Senyum Paling Rahasia.
M Taufan Musonip


Seorang anak gadis mendatangi pemuda yang telah memotretnya diam-diam dalam sebuah acara wisuda.

"Kenapa kau lakukan itu kepadaku? "

"Ini Area bebas foto," Jawabnya diplomatis melihat banyak fotografer sejak pagi memotret wajah siapa saja yang datang ke acara itu. Setelah dicetak,  foto tersebut diserahkan kepada objeknya untuk dibayar.

"Tapi Kau bukan seorang fotografer, kau sungguh tak punya etika!" Anak gadis itu cukup geram.

"Seorang seniman,  akan menggunakan media apapun untuk berkarya.  Termasuk gawai ini, " anak muda mencoba memperlihatkan betapa inteleknya ia.

"Kalau begitu akan aku bayar hasil karyamu,  untuk kau hapus,"


Jawabnya:

"Sudah kau bayar dengan kecantikanmu,  yang menyaingi secercah mentari sejak pagi. Dan kecantikanmu tak akan bisa terhapuskan. Akan selalu dikenang dalam kanvas ingatan,"

Anak gadis melengos.  Pipinya terlihat kayas. Dan ia seperti menyimpan senyum paling rahasia di sanubarinya.

Sabuga,  29 September 2018


Selasa, 11 September 2018

ESAI



Lebih Menyukai Sains dan Seni daripada Teknologi dan Perdagangan
M Taufan Musonip

Tujuan Ilmu adalah Tauhid, Tujuan Amal adalah takwa
Petikan kalimat itu saya dapatkan dari buku Mengenal Allah (2007, Muhammad Ratib al Nablusi). Landasan ilmu adalah ilmu Agama. Sebab sejatinya Agama lah yang memberi terang kehidupan. Dalam kajian-kajian yang bersumber dari pandangan di luar agama pun nyatanya realitas yang disuguhkan sebagai pandangan dunia tak pernah bisa lepas dari kekuatan yang secara tak sadar sudah terbentuk dalam pandangan keagamaan.

Seilmiah-ilmiahnya pandangan Marx mengenai pertentangan kelas tetap saja ia tengah berada dalam situasi imajiner tentang utopia persamaan kelas setelah melalui berbagai proses pertentangannya. Begitupun dengan pandangan Nietzsche, nihilisme hampir mendekati pandangan metafisika. Tak ada yang bisa lepas dari anasir-anasir keagamaan, sebab pikiran manusia terkadang menemui keterbatasannya, pikiran manusia tak pernah bisa lepas dari langit imajinasi.

Senin, 29 Januari 2018

ESAI

Hasil gambar untuk dilan 1990

Dilan 1990 untuk Penonton Remaja dan Orangtua
M Taufan Musonip


Penjaraku bersama kekasih adalah surga Firdaus
Nerakaku bersama kekasih adalah cahaya hati.
(Syair Majnun dalam Kitab Kebijaksanaan Orang Gila. Abu Al Qasim An Naishaburi)

Bagi film Dilan 1990 (Sutradara Fajar Bustomi dan Pidi Baiq: Penulis Novel Dilan yang diadaptasi film ini) syair di atas mungkin terlalu berat sebagai pembuka. Tapi kenyataannya, Film yang pada hari kedua penayangannya konon telah menembus 500,000 penonton, entah disengaja atau tidak, bukan hanya menyasar penonton remaja terlebih kalangan orangtua, yang mengalami masa remaja di tahun 90-an.

Apa yang membuat kegilaan cinta Dilan (Iqbaal Ramadhan) kepada Milea (Vanesha Prescilla) teramat menyentuh bagi remaja jaman sekarang, meski latar cerita diambil pada tahun 1990an? Tak lain karena dialog yang dibangun untuk mencitrakan karakter Dilan begitu kuat terhadap kekasihnya, bukan hanya puitis, sebagaimana film-film romantis, tetapi stylis, sekaligus humoris. Saya amati sepanjang film berlangsung, Dilan tak ubahnya penyihir kata-kata yang mampu membuat penonton sangat haru. Bagi penonton dewasa seperti saya, dosky telah membuat saya merasa dapat mengakrabi kembali dunia remaja yang terjadi puluhan tahun yang lalu.

Senin, 27 November 2017

Mini Esai


Penyair Tagar

Penyair tagar itu, dulu bilang tak suka politik, nyatanya langkah (karir)nya benar benar sangat politis. Padahal di dunia kesenian, bicara politik adalah langkah kebudayaan.

Penyair satu ini, juga sangat perasa. Gampang tersinggung, sombong. Dan anti kritik.


Cikarang, 27 November 2017