Manakib di Rawa Binong
---Api Syariat Para Wali
M. Taufan Musonip
![]() |
| Pablo Picasso does Long Exposure light Painting in 1949 Marilena Ntzeveleka |
Riak gelombang air Danau Rawa Binong cukup besar, airnya hijau seperti jamrud. Kemungkinan danau purba. Saya pernah menulis tentang orang-orang yang tinggal menetap di wilayah danau ini, mereka adalah para pementas seni teater tradisional Topeng. Memang mereka menyebutkan Rawa Binong sebagai situs budaya Bekasi. Danau ini cukup indah. Menjadi permata tersembunyi dari berdirinya pabrik-pabrik yang mengepungnya. Letaknya tepat di gerbang tol Cikarang Pusat.
Saya diantar Bang Sanin, ke sebuah musola bilik bambu panggung untuk mengikuti Manakib Tn. Syech Abdul Qodir Jaelani. Bersama Istri dan anak perempuan balita saya. Musola itu juga bersebelahan dengan hutan kebun, entah seluas apa. Bang Sanin menunjuk pohon pisang susu. Buahnya sudah lebat. Kulitnya berwarna merah tua. Kata Bang Sanin pisang itu jarang ada yang mau beli di pasar. Karena pisang itu punya nuansa klenik. Tapi menurut Bang Sanin pisang itu enak. Ya begitulah Sufi, bukan hanya ingin kasaf dunia ruh, dunia empirik pun juga.


