Minggu, 25 Januari 2026

ESAI

Tawasulat ke Empat dan Taklim sebagai Fardhu 'Ain

M. Taufan Musonip





"Kalau tawasulat keempat saja kita dikenalkan dan diperintahkan menghaturkan Alfatihah kepada para ahli ilmu, lalu kita masih berani mengatakan menjadi sufi tak harus menjadi alim? Kalau Allah sayang sama hambanya, Allah akan korbankan hambanya demi tegaknya Ilmu Allah.

 

Kalau Allah menyayangi kita, Allah akan berikan pemahaman tentangNya melalui ilmuNya. Bahkan Allah senantiasa memberikan informasi dalam setiap kejadian yang terhampar dalam kehidupan manusia. Informasi dari Allah ini lah sering kita sebut hikmah. 

Ulama seperti Gus Dur bahkan mencari hikmah dalam kejadian-kejadian yang sering disaksikan kaum awam seperti dalam sepak bola, film atau politik. Suatu kejadian yang dijauhi kaum sufi karena takut lalai, padahal tak ada peristiwa yang terjadi di bumi ini bukan karena keterlibatanNya. Justru karena kejadian-kejadian sederhana itulah hikmah yang dipetik Gus Dur bisa menghasilkan berbagai karangan tulisan yang tamadun Islam. Beliau begitu karena hatinya selalu hidup, kalau kita yang masih sering lalai, memang memilih tempat dan kejadian yang langsung bisa selalu membuat mengingatNya, lebih baik. 

Islam sangat menekankan pentingnya mendapatkan informasi, dan ketat seleksinya karena harus disaring dengan metode sanad, informasi yang berhasil disaring dengan sanad inilah kita sebut sebagai hadist. Dalam Kitab Mustholah Hadist AtTaisir karya Syech Mahmud Thohan, dijelaskan berbagai macam sanad, ada yang terputus dan ada yang tersambung, ada yang panjang (Najil) ada yang pendek ('ali), ada shohih, hasan dan dhoif. Yang mutawatir atau yang ahad. Dengan seleksi yang ketat ternyata hadist sohih jumlahnya lebih sedikit dari hadist yang kualitasnya di bawahnya.

Minggu, 18 Januari 2026

PUISI






Cakra Atlantika

M. Taufan Musonip

Cakra atlantika telah kupasangkan di keningmu. Suatu mahkota yang nilai keindahannya tak kan pernah tertandingi.

Hanya aku yang sanggup menikmati pesonamu. Dalam khayal dalam hari-hari. Kau telah membuat semuanya ada.

Gemulaimu saat merapikan rambutmu dengan manik-manik penjepit. Membuat pikirku menyelami keperempuananku. 

Kapal-kapal yang kubangun untukmu. Terpaku di dermaga-dermaga kutalaut. Indah, tapi tiba-tiba tak terasa bermakna. 

Hanya melambangkan kegagahanku. 

Sedang kau dengan segala kelembutanmu tetap tak peduli. Bahkan sejak kubawakan cakra atlantika itu untukmu. Kau hanya ingin mempercantik saja.

Itu kudapatkan di kaki gunung Qof! Lautnya lautan zuhud, anginnya angin Al Faqoh. Lampu sorotnya lampu sorot Plato. 

Perempuanku! Seharusnya dengan cakra atlantika kau bersamaku bisa menghayati keberadaan. Dia adalah pagar api, yang menyeret ombak ke daratan, dan kau menyukai keberadaan semesta yang berlanjut.

Dengan api kita mengenal cahaya dan gejolaknya! 






PUISI






Senapan Angin Kyai Syahroni

M. Taufan Musonip


Der kukukuk...

Ia telah menembak burung derkuku

Lalu ia letakkan senapan angin di bahu

Si derkuku menggelepar di tanah

Kicaunya melengking menggetarkan daunan

Di mana ranting-rantingnya tempat ia

Menari dan bertengger

Pohonan baginya pengetahuan

Bukan sekadar tempat hidup


Der kukukuk

"Aku telah membunuh waktu!" Katanya.

Lalu dipungutnya sang burung.

Ia rentangkan si burung di panggangan 

Mata ketemu mata: "goblok kau, semua orang memburuku karena suaraku!"


Der Kukukuk....

Lalu si pemburu tertawa, dihangatkan 

Oleh asap dan sedap bumbu kecap

Dan mata burung itu menghitam

Ia makan derkuku panggang tanpa merasa berdosa


Sebulu berwarna abu-abu kehitaman

Ia taruh menjadi pembatas halaman kitab

Bersampul Peringatan bagi Orang-orang yang Lalai

Lalu ia membacanya, ingat mata derkuku, tertawa lagi:

Aku telah membunuh sang waktu!

Dan pohonan nun jauh di sana telah disinggahi derkuku yang baru




Makan Tengah Malam Kyai Ubang

M. Taufan Musonip


Ia sisakan tulang kambing di tempayan

Sumsumnya tak ia raih sempurna

Meski ketokan berdentang di pinggan syukur

Makan dalam manakib meski tengah malam

Menyehatkan dan mencerdaskan


Ulama Assyairoh gemuk, gagah dan berilmu

Bila Makan tak kenal makanan yang mengundang penyakit

Semua toyib kalau datang dari yang halal

Yang mematikan hanya makanan haram


Lalu tidurlah nyenyak.

Ia tidak menggantungkan esok pada ikhtiar dan rencana

Ikhtiar dan rencana menghasilkan tawakal

Dan biarkan Allah menentukan takdirnya.






Minggu, 11 Januari 2026

ESAI

Dzikir dan Bentuk-bentuk Wirid

M. Taufan Musonip


"Kenapa ulama sufi di sisi lain menekankan sami'na wa ato'na tapi di sisi lainnya ia mengatakan ilmu dulu baru amal, itu karena ulama sufi itu pecinta ilmu, Allah itu Al-Ilm, jadi mencintainya berarti juga mencintai IlmunNya, tentangNya.

 

Born in Niigata on this day in 1878, Odake/Otake Chikuha (尾竹 竹坡, 11 January, 1878 – 2 June, 1936), a Japanese painter at first known for his Nihonga and ukiyo-e paintings. 

J in 日本

تُؤْتِيْۤ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍ بِۢاِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَ مْثَا لَ لِلنَّا سِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ

"(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat."

(QS. Ibrahim 14: Ayat 25)


Di kalangan tarekat ada yang salah memahami tentang makna dzikir. Dzikir dikiranya hanya menyebut dan mengingat asma Allah berbentuk wirid. Wirid sendiri sering disalah pahami pula dengan pekerjaan khusus mengulang-ulang dzikir.

Padahal akar kata wirid bentuk masdar dari fiil madhi وَرَدَ (waroda) bermakna datang. Isim Makannya berbunyi Mauridun (مَوْرِدٌ,). Kenapa harus kita sebut isim makan (keterangan tempat), agar kita tahu wirid itu harus sampai kepada tempat di mana yang Dipanggil (yaitu Allah Swt) bersemayam. Istilah tasawufnya harus wushul.

Jadi makna kata wiridan itu seirama dengan istilah "kedatangan" dalam bahasa Indonesia. Datang itu bisa dengan badan, suara, roh, harta atau akal, yang penting semua potensi yang Allah bekali untuk manusia di maksimalkan untuk mengingat Allah. Jadi Taklim, solat, zakat, puasa dan haji itu juga wiridan yaitu mendatangi Allah melalui taklim, solat, zakat, puasa dan haji.  Kalau dzikir hanya disandarkan pada suara menyebutNya dan akal untuk mengingatnya saja bisa dikira orang sufi itu anti ilmu. Padahal kitab tasawuf itu sangat banyak jumlahnya. Kita bisa analogikan dengan istilah mufrodat رأى (melihat) dalam surat Al Baqoroh ayat 165 dalam Tafsir Jalalain membutuhkan dua maf'ul bih (isim mansub dari fiil Mutaadi) karena bersifat qolbiyah, yaitu adzab (الْعَذَا) dan kekuataanNya (الْقُوَّةَ لِلّٰهِ) bagi orang yang dzolim yang diceritakan dalam ayat itu.

Sabtu, 10 Januari 2026

ESAI

Meski Wanita Menurut Ilmu Nahwu Berakal jika Jamak, Ia Tetap Sumber Ilmu Hakikat

M. Taufan Musonip


زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 14)

'Warrior on Horseback' (騎馬武者), 1980 (昭和 55年), by Mori Yoshitoshi (森 義利, 31 October, 1898 - 29 May, 1992), a Japanese creative prints artist from Tokyo, who specialised almost exclusively in kappazuri stencil prints like the one shown here.

J in 日本



Wanita jadi manusia kalau sudah berkumpul atau kalau intensitas ibadahnya tinggi. Itu dilambangkan dengan huruf ـي (ya') pada fiil mudhori yang mengandung dhomir هُنَّ (hunna/jamak). Untuk dhomir ghaib هِيَ (hiya) kata ganti orang ketiga ghoib/dia dan هما (huma) kata ganti dua orang ghoib fiil mudhori ditandai dengan huruf ـت (ta'). Kembali menjadi ya' setelah bersifat jamak.

Contoh tasrifan:

هُوَ يَسْمَع |هُمَا يَسْمَعَانِ|هُمْ يَسْمَعُوْنَ|هِيَ تَسْمَعُ|هُمَا تَسْمَعَانِ

هُنَّ يَسْمَعْنَ

Menghapal bentuk fiil mudhori untuk kata ganti laki-laki dan perempuan mudah, huruf ya dua titik di bawah bayangkan lah testosteron (testis) dan dua titik huruf ta' sebagai payudara.

Wanita jadi manusia setelah ia bersifat jamak itu maksudnya berakal. Kalau masih sendiri mana bisa disebut berakal meski ia seorang ahli matematika. Laki-laki harus paham ini. Kalau tidak paham, laki-laki bisa dibikin tua sebelum waktunya. 

Sabtu, 03 Januari 2026

ESAI

Orang-orang yang Mengantri di Masjid Nurul Asror

M. Taufan Musonip


"Miniatur perjalanan ruh itu ada dalam perjalanan ziarah Manakib di Suryalaya, para peziarah datang ke Masjid Nurul Asror biasanya dini hari menjelang subuh, datang dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri.


Foto di penghujung tahun 2025
Dari kiri ke kanan saya, Ustadzuna Taufik, dan Bang Sanin (pemotret).




Foto di atas menjadi penanda penutup perjalanan hidup di tahun 2025. Diberi efek garis elektrik oleh pemotretnya, mungkin agar penikmat foto bisa merasakan kelebatan semangat, harapan akan An-nafs yang sempurna dalam penggemblengan jalan spiritual.

Potret diabadikan di sebuah pos siskamling yang bersih di dekat Saung Kupu-kupu milik Haji Ateng, tempat persinggahan para peziarah di Suryalaya dari Bekasi. Di Siskamling itu Ustad Taufik melakukan wawancara kepada jamaah yang ikut rombongan mobil saya. Tentang tujuan mereka mengambil perjalanan tarekat.

Jawabannya cukup beragam. Tapi hanya saya yang mengatakan tujuan tarekat itu mengenal Allah. Bang Sanin lebih umum, untuk menjalankan rukun agama Islam (Islam, Ihsan, Iman). Tapi saya katakan, bahwa ilmu dalam perjalan ruh itu efek dari merasakan berbagai macam pengalaman perjalanan itu sendiri. Bukan ilmu menjadi tidak penting, justru ilmu akan menjadi penerang perjalanan ini, sekali Anda melangkahkan kaki dalam perjalanan ini Allah sorotkan cahaya Ilmu dalam setiap langkahnya. Ilmu dalam perjalanan ini harus didapatkan dengan kesabaran, sebab langkah kita mengikuti orang yang Syuhud, alatnya adalah kalbu, kita harus benar-benar percaya dahulu Guru Mursyid adalah orang yang mengetahui jalan kepada Allah. Sekali terbit keraguan, ilmu tak akan pernah kita peroleh.

Minggu, 07 Desember 2025

ESAI


Bekerjalah untuk Memuliakan Tubuh sebagai AnugerahNya

M. Taufan Musonip



"Ibnu Tufail ingin membuktikan bahwa jika manusia tinggal sendiri, ia akan memaksimalkan potensi yang dianugerahkan Allah untuknya. Badan, ruh dan akal, menjadi media untuk mengenal PenciptaNya, Man Arofa Nafsahu sangat berlaku bagi orang yang merasa benar-benar sendiri tinggal di dunia. Hal itu tidak akan terasah jika manusia banyak tergantung pada orang lain. 

 

Lukisan Karya
Elena Katsyura ( Rusia,.L. 1973)
"Slice of Cytrus" (2013)


Dalam Tanbihul Ghofilin ada bab khusus membahas tentang pekerjaan. Diawali dengan sindiran keras untuk kaum pemalas: "siapa tidak memiliki pekerjaan, tak ubahnya wanita," lalu sindiran keras lainnya, "siapa tak memiliki kasab, maka ia termasuk orang yang rendah (derajatnya) di mata orang lain," -artinya akan sulit didengar nasihatnya.

Umar Ibn Khattab pernah berkata:

“Sungguh kadang aku melihat seorang lelaki yang membuatku terkagum. Lalu aku tanyakan, ‘Dia punya pekerjaan?’ Jika mereka menjawab ‘Tidak’ lelaki itu langsung jatuh wibawanya di mataku.”

(Kanzul Ummal no. 9858)

Dan dalam Al Qur'an Allah berfirman:

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آَتَاهُ اللَّهُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آَتَاهَا


”Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan (sesuai) apa yang Allah berikan kepadanya.” (QS. Ath-Thalaq: 7)

Konon Imam Ahmad pun menjual jasa menjahit baju, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Itu dilakukan supaya ia bebas dari hasrat mencari uang dalam mengajar agama, dalam Mustolah Hadist At-taisir dikatakan, orang alim boleh menerima pemberian materi dari orang lain asal ia sudah tak punya waktu lagi untuk bekerja, hidupnya sudah benar-benar diwakafkan kepada ilmu. Jadi mungkin sudah di maqam tajrid itu, artinya ilmunya sudah benar-benar tinggi dan melimpah. Kalau ilmu masih sedang-sedang saja jangan harap tajrid, carilah kerja untuk menopang peningkatan ilmu, terutama kalau sudah berkeluarga, jangan sampai majelis dijadikan tempat mencari penghidupan, kalau ustad dia, jiwanya akan sulit mencapai jiwa muthmainah.

Sabtu, 15 November 2025

ESAI

Dzikir dan Seksualitas

M. Taufan Musonip


"Kenikmatan beribadah kepada Allah tanpa kelailaian bisa melupakan kenikmatan duniawi termasuk seksualitas, dan ada Nabi dalam riwayat yang ditulis dalam Tafsir Ibnu Katsir Allah hilangkan syahwatnya, yaitu Nabi Yahya As, bahkan digambarkan sebagai Nabi yang punya kemaluan sangat kecil, gambaran ini tidak merendahkan kemuliaan Nabi Yahya, justru sebaliknya sebagaimana patung-patung filsuf di Yunani yang penisnya digambarkan kecil-kecil.


Lukisan Karya
Jean-Michel Basquiat



Saat perjalanan pulang dari Manakib pusat awal bulan ini (11 Jumadil Awwal 1447H/ 2 November 2025) ada perbincangan menarik di antara para salikin atau musafir di tengah-tengah saya sedang melamunkan intisari kuliah subuh yang speakernya adalah penulis favorit saya yaitu Prof. DR Ajid Thohir, yang menulis buku Gerakan Politik Kaum Tarekat, yang saya ingin bandingkan dengan Buku Tasawuf yang Tertindas Karya Abdul Hadi WM. Keduanya membangun narasi seirama: proses pembangunan jiwa Insanul Kamil untuk menciptakan suatu karya. Abdul Hadi WM pada bidang perpuisian dan Ajid dalam bidang politik. 

Dua akademisi Islam itu mendamaikan amok yang pernah dihembuskan Abdul Hadi, "Politik memecah belah, Puisi mempersatukan!" Ajid seolah berkata bisa sebaliknya dalam jiwa masyarakat Insanul Kamil dalam pendidikan Tarekat. 

Nah, saat saya ingin melakukan dialektika dua narasi besar itu, ada perbincangan seru di mobil yang dikendarai Bang Sanin ---yang sejak berangkat, ngebutnya tidak pernah kami rasakan itu padahal perjalanan sampai ke tujuan relatif cepat, ini karena karakter Bang Sanin yang memang pembawaannya kalem (terimakasih, Bang!)--- yaitu soal apakah dzikir meningkatkan seksualitas atau malah menurunkan?

Ada jamaah yang nyeletuk, bahwa berdzikir membuatnya bisa "naik" setiap malam. Tentu itu menciptakan keriuhan tawa di antara kami.