Minggu, 18 Januari 2026

PUISI






Senapan Angin Kyai Syahroni

M. Taufan Musonip


Der kukukuk...

Ia telah menembak burung derkuku

Lalu ia letakkan senapan angin di bahu

Si derkuku menggelepar di tanah

Kicaunya melengking menggetarkan daunan

Di mana ranting-rantingnya tempat ia

Menari dan bertengger

Pohonan baginya pengetahuan

Bukan sekadar tempat hidup


Der kukukuk

"Aku telah membunuh waktu!" Katanya.

Lalu dipungutnya sang burung.

Ia rentangkan si burung di panggangan 

Mata ketemu mata: "goblok kau, semua orang memburuku karena suaraku!"


Der Kukukuk....

Lalu si pemburu tertawa, dihangatkan 

Oleh asap dan sedap bumbu kecap

Dan mata burung itu menghitam

Ia makan derkuku panggang tanpa merasa berdosa


Sebulu berwarna abu-abu kehitaman

Ia taruh menjadi pembatas halaman kitab

Bersampul Peringatan bagi Orang-orang yang Lalai

Lalu ia membacanya, ingat mata derkuku, tertawa lagi:

Aku telah membunuh sang waktu!

Dan pohonan nun jauh di sana telah disinggahi derkuku yang baru




Makan Tengah Malam Kyai Ubang

M. Taufan Musonip


Ia sisakan tulang kambing di tempayan

Sumsumnya tak ia raih sempurna

Meski ketokan berdentang di pinggan syukur

Makan dalam manakib meski tengah malam

Menyehatkan dan mencerdaskan


Ulama Assyairoh gemuk, gagah dan berilmu

Bila Makan tak kenal makanan yang mengundang penyakit

Semua toyib kalau datang dari yang halal

Yang mematikan hanya makanan haram


Lalu tidurlah nyenyak.

Ia tidak menggantungkan esok pada ikhtiar dan rencana

Ikhtiar dan rencana menghasilkan tawakal

Dan biarkan Allah menentukan takdirnya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar