Senapan Angin Kyai Syahroni
M. Taufan Musonip
Der kukukuk...
Ia telah menembak burung derkuku
Lalu ia letakkan senapan angin di bahu
Si derkuku menggelepar di tanah
Kicaunya melengking menggetarkan daunan
Di mana ranting-rantingnya tempat ia
Menari dan bertengger
Pohonan baginya pengetahuan
Bukan sekadar tempat hidup
Der kukukuk
"Aku telah membunuh waktu!" Katanya.
Lalu dipungutnya sang burung.
Ia rentangkan si burung di panggangan
Mata ketemu mata: "goblok kau, semua orang memburuku karena suaraku!"
Der Kukukuk....
Lalu si pemburu tertawa, dihangatkan
Oleh asap dan sedap bumbu kecap
Dan mata burung itu menghitam
Ia makan derkuku panggang tanpa merasa berdosa
Sebulu berwarna abu-abu kehitaman
Ia taruh menjadi pembatas halaman kitab
Bersampul Peringatan bagi Orang-orang yang Lalai
Lalu ia membacanya, ingat mata derkuku, tertawa lagi:
Aku telah membunuh sang waktu!
Dan pohonan nun jauh di sana telah disinggahi derkuku yang baru
Makan Tengah Malam Kyai Ubang
M. Taufan Musonip
Ia sisakan tulang kambing di tempayan
Sumsumnya tak ia raih sempurna
Meski ketokan berdentang di pinggan syukur
Makan dalam manakib meski tengah malam
Menyehatkan dan mencerdaskan
Ulama Assyairoh gemuk, gagah dan berilmu
Bila Makan tak kenal makanan yang mengundang penyakit
Semua toyib kalau datang dari yang halal
Yang mematikan hanya makanan haram
Lalu tidurlah nyenyak.
Ia tidak menggantungkan esok pada ikhtiar dan rencana
Ikhtiar dan rencana menghasilkan tawakal
Dan biarkan Allah menentukan takdirnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar