Sabtu, 10 Januari 2026

ESAI

Meski Wanita Menurut Ilmu Nahwu Berakal jika Jamak, Ia Tetap Sumber Ilmu Hakikat

M. Taufan Musonip


زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 14)

'Warrior on Horseback' (騎馬武者), 1980 (昭和 55年), by Mori Yoshitoshi (森 義利, 31 October, 1898 - 29 May, 1992), a Japanese creative prints artist from Tokyo, who specialised almost exclusively in kappazuri stencil prints like the one shown here.

J in 日本



Wanita jadi manusia kalau sudah berkumpul atau kalau intensitas ibadahnya tinggi. Itu dilambangkan dengan huruf ـي (ya') pada fiil mudhori yang mengandung dhomir هُنَّ (hunna/jamak). Untuk dhomir ghaib هِيَ (hiya) kata ganti orang ketiga ghoib/dia dan هما (huma) kata ganti dua orang ghoib fiil mudhori ditandai dengan huruf ـت (ta'). Kembali menjadi ya' setelah bersifat jamak.

Contoh tasrifan:

هُوَ يَسْمَع |هُمَا يَسْمَعَانِ|هُمْ يَسْمَعُوْنَ|هِيَ تَسْمَعُ|هُمَا تَسْمَعَانِ

هُنَّ يَسْمَعْنَ

Menghapal bentuk fiil mudhori untuk kata ganti laki-laki dan perempuan mudah, huruf ya dua titik di bawah bayangkan lah testosteron (testis) dan dua titik huruf ta' sebagai payudara.

Wanita jadi manusia setelah ia bersifat jamak itu maksudnya berakal. Kalau masih sendiri mana bisa disebut berakal meski ia seorang ahli matematika. Laki-laki harus paham ini. Kalau tidak paham, laki-laki bisa dibikin tua sebelum waktunya. 

Objek Riset

Ibnu Arabi itu objek riset ilmu tasawufnya istrinya, istrinya sangat cantik. Istri cantik itu merepotkan, sebelum ingin diratukan, kita suami punya naluri untuk meratukannya. Daya tawarnya sangat tinggi, suami harus berusaha keras membahagiakannya minimal sampai dia tua, tapi wanita cantik biasanya awet muda. Umur kita diserapnya. Dibayang-bayangi, "jika mati, pasti dia akan banyak yang melamar!"

Dari mempelajari istri cantik itu Ibnu Arabi bisa memiliki pemahaman yang tinggi tentang filsafat Cinta, dia mengatakan istrinya modus aktif-Nya Allah. Sumber hakikat Ilmu Pengetahuan. Jangan bicara ilmu hakikat kalau belum mampu menaklukan diri demi istri tercinta. Jika kita sepenuhnya ikut perasaan wanita pikiran akan sungsang, tapi jika kita memimpinnya dengan akal, wanita akan menangis.

Jangankan kita, Nabi Saw saja pernah mendapatkan tantangan dari kecerdasan Siti Aisyah saat keduanya sedang ada perselisihan rumah tangga, Nabi Saw menawarkan mediator, yaitu Umar dan Utsman, tapi Aisyah Ummul Mukminin menolaknya, alasannya Umar Ra terlalu tegas sedangkan Utsman Ra. pemalu keduanya pasti membela Nabi Saw, akhirnya dipilihlah Abu Bakar Ra. Ayahnya sendiri, saat beliau datang, Aisyah dengan nada kenak-kanakkan mengatakan: "Ayah, masa ada Nabi seperti beliau!". Abu Bakar marah hendak menampar anak perempuannya, sebelum sang anak bersembunyi di punggung Abu Bakar. Nabi Muhammad Saw, memberi pelajaran Aisyah dengan memperlakukan istrinya seperti anak-anak, saat Abu Bakar pergi, Nabi Saw berkata, "jika tidak ada lagi yang membelamu, siapa pelindungmu?" - hadist ini diceritakan kembali melalui lisan Sidi Syech Rohimuddin Mutikwari.

Wanita itu sumber ilmu hakikat, dia nyaman dipandang tapi tuntutannya banyak. Bukan hanya kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi, tapi perasaannya harus dijaga. Kepemimpinan akal kita harus dijelmakan secara metodik. Karena perempuan itu modus aktif, ia bersifat kreatif material. Kalau kepimpinan akal lemah, yang kreatif bisa berubah menjadi koruptif dan merusak tatanan. Tapi kalau kita tak punya metode mengejawantahkan kepemimpinan akal, kita tak akan pernah bisa melindungi perasaan perempuan.

Animarie Schimmel juga pernah menulis buku Jiwaku adalah Perempuan untuk menuliskan jiwa para guru sufi. Guru sufi itu feminis, karena pandai mengasah perasaan. Feminis itu tidak kemayu, malah sebaliknya, ia gagah dan berilmu, guru sufi mengambil banyak pelajaran dari buah syukur atas berbagai nikmat keindahan Allah yang salah satunya diproyeksikan pada kelembutan istri-istrinya, karenanya dakwah mereka penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Mereka mengenal fiqih, tapi hukumnya dikenakan untuk dirinya, untuk orang lain ia kenakan pemakluman (maksudnya meski seseorang menjadi terhukum, Guru Sufi tetap menganggap si terhukum itu manusia yang berpeluang menjadi manusia lebih baik, tidak pernah mengabaikannya baik sebagai pelajaran maupun sebagai sifat khilafnya). 

Juhud dan Matematika

Guru sufi ingin orang lain berubah karena qalbu membenarkannya, melihat ahlak teladan bukan karena hukuman, hati yang membenarkan akan membuat ajaran membekas dan mendalam dalam diri seseorang. Guru sufi bagi murid-muridnya bagai ibu untuk anak-anaknya. 

Sedang KH Said Aqil Siraj pun pernah berkata, permulaan sufisme adalah juhudnya tokoh ulama ahli matematika di Baghdad (rekaman Youtube, nama tokoh tersekip tapi sejaman dengan Zainal Abidin cucu Nabi Saw yang selamat dari tragedi Karbala). Matematika dan juhud nyaris sulit dipertemukan, tapi kenyataannya keduanya bertemu (sebagaimana juga dalam diri Penyair Sufi Omar Kayyam), matematika adalah perlambang jiwa perempuan yang berhitung untuk memenuhi keperluan anak-anaknya, dan juhud adalah perlambang pengorbanan laki-laki. Laki-laki juhud adalah upaya mendamaikan diri dengan sifat perempuan yang halus perasaannya untuk melindungi harga dirinya, kecantikan itu mahal apalagi karenanya ia melahirkan anak.

Wanita yang menggerakkan laki-laki keluar rumah, hakikatnya adalah Allah yang memberi perintah. Hakikatnya pula ia khalifah ketika berkumpul bersama anak-anaknya, ia menjadi dhomir hunna dari gerak laki-laki di luar rumah. Di luar rumah laki-laki berperang merebut haknya, kalau tak punya agama kalau bisa homo homini lopus, karena punya agama ia hanya menuntut haknya untuk dia bawa pulang ke rumah, di rumah ia kucing bagi singa yang menjaga kehormatan keluarganya. Kadang sesekali kucing kena hardik singa. Dan lama-lama istrinya tak ubahnya mbak yuknya, atur sana-sini, tapi karena dia punya ahlak dan keterampilan mengusai diri, mbak yuknya menyediakan berbagai keperluan dimulai menyediakan kopi di pagi hari hingga keperluan lainnya. Sambil menyesap rokok dan mengulum gelas kopi, dia menikmati pelayanan istrinya, hakikatnya dia sedang dilayani Tuhannya, walau sambil dengarkan omelannya. Omelan adalah sebentuk keberuntungan yang manisnya kadang muncul jauh di belakang.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar