"Makam Habib Husein ini di masa lalu bukan sekadar digunakan berziarah, konon juga dipakai tempat tafakur Syech Nawawi Bantani saat menulis kitab. Ingat sabda Nabi, orang cerdas itu, orang yang pandai mengingat kematian.
Foto di atas adalah foto terbaik sepanjang pekan ini di antara foto-foto koleksi pribadi saya. Komposisi cahayanya sangat lembut. Sesuai keadaan asli pada saat kami menyinggahi tempat yang dinamakan majelis Nurul Aeni yang pemimpinnya adalah Ustad Atta duduk di posisi tengah berbaju biru: sejuk, meski tempat tersebut ada di antara sesaknya rumah penduduk di Kampung Luar Batang, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara yang tak jauh dari Makam yang akan kami ziarahi, yaitu makam Habib Husein Abu Bakar Alaydrus, atau dikenal dengan nama Habi Husein Luar Batang.
Selain komposisi cahaya foto tersebut menyejukkan mata, uniknya komposisi warna tetap terkesan tegas, tak ada cahaya yang mengganggu semua objek foto, adem tapi penuh energi. Yang terlibat bukan cahaya lampu semata tapi cahaya mata (sebagai mana nama lain dari Nurul Aeni tadi) para ulama yang fotonya terpacak di dinding tempat kami duduk bersandar itu. Tapi saya terkesan dengan stilis Mama Falak, nyentrik, berjas hijau dengan sorban melilit di kepalanya sambil memegang kertas, seakan berbicara: ilmu itu menundukkan dirimu, karena tafakurmu jatuh ke bumi.







