Substansialistik NU dan Orang Malamatiyah
M. Taufan Musonip
"Silahkan kau ambil rumah sakit dan sekolah, tapi selain itu seluruh yang tak memiliki afiliasi langsung dengan Islam adalah punya kami."
Substansialisme dikenal oleh orang Indonesia saat Gus Dur lengser dan beliau terlihat memakai celana pendek di pelataran Istana Negara. Lalu ramai-ramai cendikiawan Islam menyebut substansialistik adalah ciri orang NU.
Substansialistik itu sebagai nilai yang tidak begitu enak didengar sebenarnya, kenapa? Sebab substansialistik itu tersembunyi. Tidak kelihatan. Tidak memerlukan kulit atau kemasan. Itu yang dipahami oleh orang Indonesia, setidaknya.
Karenanya orang NU sering dianggap tidak kontributif terhadap pembangunan Negara dan Bangsa dalam pengertian modern. Tidak membuat rumah sakit atau sekolah seperti Muhammadiyah. Tidak kelihatan jadi garda depan perkembangan sains dan teknologi. Bahkan anak-anak Gen Z ada yang berani mengatakan pesantren tidak bergandeng lurus dengan kemajuan.







