Kalau Tak Ada yang Buruk, Tak akan Ada yang Baik
M. Taufan Musonip
![]() |
| Lukisan Francis Bacon Dari Web Francis Bacon (Artis) |
"NU ini benteng terakhir umat Islam, jangkar besar kapal Islam bertuliskan rahmatan lil 'alamin, ia ingin kebaikan terus tersiar sampai kapan pun meskipun resikonya ia harus duduk bersebelahan dengan kebatilan. Kalau NU tidak sabar, pergi atau dihilangkan seperti dulu Masyumi, siapa yang akan menyiarkan Islam? Penguasa akan lebih bengis tanpa NU ada disampingnya.
Ada seorang anak mengeluh, ayahnya malah makin galak saat dirinya mulai mau mengaji. Setiap adzan berkumandang, anak-anaknya dipaksa ke masjid. Bahkan saat Adzan Subuh ada satu anaknya yang kena siram air karena sulit dibangunkan.
Ayahnya makin sering larang ini larang itu kepada ibunya. Pernah berantem, karena ibu pergi ke pasar tidak izin. Padahal ibunya memang ke pasar dan setelah itu tak kemana-mana.
Suatu kali, ini yang membuat anak ini merasa mengalami hal yang paling menegangkan dalam keluarganya, ayahnya ingin keluar dari bekerja. Ia ingin beralih usaha dan hanya fokus saja beribadah. Saat ditanya ibu ingin usaha apa, ayahnya bilang teman-teman mengajinya banyak yang usaha dagang keliling. Anak itu tahu ibunya tidak setuju, sebab ayahnya bekerja sekarang sudah cukup mapan membiayai tiga anaknya, apalagi anak yang mengeluh ini ingin kuliah.
Kalau dalam puisi Layang-layang karya Zawawi Imron dalam kumpulan sajak Bulan Tertusuk Lalang keluarga ini bagai anak-anak yang berkerumun siap berebut layang-layang yang sudah terbang tinggi mencapai ketinggian gunung lalu terputus dan yang diburu adalah layang-layang koyak.






