Selasa, 04 Februari 2025

ESAI

Gerbang Kajembaran Rahmaniyah dan Makna Keberkahan dan Al Faqir

M. Taufan Musonip





"Hanya dengan kebersihan jiwa, makna kata al faqir dan keberkahan bisa menjadi bekal intelektual yang cukup menjejaki gerbang Kajembaran Rahmaniyah itu. Tanpa itu hanya ada satu bekal lagi yang mungkin, yaitu kesulitan hidup. 

 

Gerbang Kajembaran Rahmaniyah didatangi orang berbagai kalangan. Tapi yang nampak adalah kaum akar rumput. Seakan orang tarekat itu hanya diminati oleh kalangan bawah semata. 

Orang yang ingin datang mengalap berkah kesana harus memastikan diri dahulu jiwa individualnya dikalahkan oleh keinginan mendapatkan hakikat ilmu. Hakikat ilmu ini dekat dengan keberkahan.

Banyak orang yang menyambangi gerbang kasih sayang ini tidak mendapatkan apa-apa. Karena ia tak mampu melawan jiwa egoistiknya. Ingin belajar dzikir, tapi setelah mendapat ijazahnya tak diamalkan dzikirnya. Padahal di sana ada ajengan Sandisi, beliau menalqin dzikir dari sisi hukumnya, benar-benar bersumber dari Alqur'an dan Hadits. 

Sampai selepas Talqin, Ajengan yang sudah berusia lebih dari delapan puluh tahunan ini sering berkata: dzikir ini bukan perintah Suryalaya tapi perintah Al Qur'an dan Hadist.

Baraka

Gerbang Kajembaran Rahmaniah ini sejalan dengan istilah Barokah yang tersemat di kitab Miftahus Shudur dan istilah Al Faqir yang mengiringi jiwa arif Guru Mursyidnya.

Barokah itu asal kata dari Baraka, artinya tetap, berarti menetapnya diri seseorang pada tempatnya. Sedangkan istilah Al Faqir ini adalah jubah kehambaan: puncak dari ilmu tasawuf.

Senin, 25 November 2024

ESAI

Aku Ada karena Ilmuku, dan Kukenal Tuhanku dalam Pembimbingan

M. Taufan Musonip


"Ciri berkembangnya tasawuf adalah lestarinya tradisi keilmuan. Tasawuf sendiri merupakan filsafat manusia dan ilmu pengetahuan dan mengenai "ada" Allah. 


Lukisan berjudul Mitra Falsafi
Oleh Carlos Martin



Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu, kerap menjadi pegangan pada jembatan suluk kaum sufi. Nyatanya itu merupakan asar ulama sufi, bukan hadits Nabi. 

Man Arofa Nafsahu itu dilalui dengan filsafat "ada", eksistensialisme atau Al Huduri. Ia mengadakan terlebih dahulu dirinya dengan bobot ilmu untuk mengetahui Penciptanya.

Filsafat eksistensialisme dalam tradisi filsafat Barat, dikenal nama Kierkegaard. Ia mencanangkan "Sang Aku" secara lebih pribadi dan elementer. Salah satu filsuf yang memungkinkan lahirnya jalan filsafat fenomenologi. Tentang realitas yang bersifat subjektif-reflektif.

Realitas itulah yang dihadapi oleh Man arofa nafsahu. Pada masa kini dan yang akan datang ia mempelajari fiqih. Sedangkan pada masa lalu ia mempelajari hadis. Keilmuan keduanya membutuhkan tasawuf, untuk mengatasi elementarisme -memakai istilah ini membuat lebih egaliter antara keilmuan klasik dengan keilmuan modern berbeda dengan istilah hierarkis dalam tradisi keilmuan Islam. Tasawuf menyambung-sulamkan realitas yang dihadapi dengan faqod arofa Robbahu.

Rabu, 20 November 2024

ESAI

Substansialistik NU dan Orang Malamatiyah

M. Taufan Musonip




"Silahkan kau ambil rumah sakit dan sekolah, tapi selain itu seluruh yang tak memiliki afiliasi langsung dengan Islam adalah punya kami."

 

Substansialisme dikenal oleh orang Indonesia saat Gus Dur lengser dan beliau terlihat memakai celana pendek di pelataran Istana Negara. Lalu ramai-ramai cendikiawan Islam menyebut substansialistik adalah ciri orang NU.

Substansialistik itu sebagai nilai yang tidak begitu enak didengar sebenarnya, kenapa? Sebab substansialistik itu tersembunyi. Tidak kelihatan. Tidak memerlukan kulit atau kemasan. Itu yang dipahami oleh orang Indonesia, setidaknya.

Karenanya orang NU sering dianggap tidak kontributif terhadap pembangunan Negara dan Bangsa dalam pengertian modern. Tidak membuat rumah sakit atau sekolah seperti Muhammadiyah. Tidak kelihatan jadi garda depan perkembangan sains dan teknologi. Bahkan anak-anak Gen Z ada yang berani mengatakan pesantren tidak bergandeng lurus dengan kemajuan.

Jumat, 08 November 2024

ESAI

Adab sebagai Disiplin yang Disumbangkan oleh Ilmu Tasawuf.

M. Taufan Musonip



Lukisan Paul Klee "Conjuring Trick"



"Adab Imam Bukhori, dalam kitab sahihnya menyebutkan: aku hapal 200.000 hadits dhoif, 100.000 hadits sohih tapi yang kutulis hanya 7,725 hadits dengan 4000 hadits ia ulang-ulang (mualaq). Ada sekitar 93,000 hadist sohih tidak beliau tulis. Adab beliau mendorong penuntut ilmu untuk mencari hadits sohih di kitab lain seperti Sunan Abu Daud atau Tirmidzi. 

Anasir anasir ilmu tasawuf, dan tarekat (dilihat dari pengamalnya) terlihat dari semua kitab fiqih dan hadits. Ulama fiqih dan hadits selalu memberikan patokan kitab-kitab dan ulama sekiranya ada pertentangan hukum dan hadits.

Imam An Nawawi dan kitab Majmu selalu menjadi rujukan paling utama jika ada pertentangan hukum dalam satu kitab. Kitab ini terdiri dari kalau tidak salah 24 jilid Kitab. Kyai Zaki Aziz saja ingin memilikinya, penguasaan ilmu alat yang sudah cukup kuat membebaskan dirinya menyelami banyak kitab.

Dalam ilmu hadist seperti dalam kajian Mustolah Hadits At Taisir, hadist Imam Bukhori dianggap kitab yang paling sohih setelah Al Qur'an.

Minggu, 20 Oktober 2024

ESAI

Orang Awam dan Orang Cerdas dalam Tarekat

M. Taufan Musonip


Lukisan Paul Klee th. 1920


"Kalau bisa seorang malamatiyah menjadi orang yang berhasil dalam usaha dunia, menjadi pejabat negara, atau berhasil dalam karier, untuk membantu masyarakat. Meski begitu, malamatiyyah yang tetap mempertahankan citra keawaman dan akar rumput tetap bisa berkhidmat meski tidak seluas kalangan malamatiyah tingkat elit, akan tetapi tetap merupakan medan hadirnya Sang Khadir tadi.


"Orang akan melihat kita apa yang nampak terlebih dahulu." Ujar Ustad Taufik, pemandu kitab Miftahus Shudur di Majelis An-Noer kampung Kongsi, Bekasi setiap malam Rabu.

Sementara ada juga guru lain yang mengatakan, "jangan lihat dahulu lahirnya, sebab batin orang siapa yang tahu."

Kalam Ustad Taufik mirip satu kisah dalam Persekongkolan Ahli Makrifat Kuntowijoyo, pedagang sate dan gulai dagangnya semakin ramai setelah ia dibaiat menjadi murid tarekat. Orang-orang bukan bertanya apa resepnya sampai bisa banyak orang menikmati masakannya. Tapi siapa gurunya. Karena selain dhohir usahanya rame si tokoh juga semakin rajin beribadah.

Minggu, 22 September 2024

ESAI



Lukisan karya Paul Klee
Moon Play 1923




Mengikis Budaya Tekstualis dengan Pemikiran Falsafi dan Pengkhidmatan

M. Taufan Musonip


"Si calon filsuf harus mematikan api hasratnya. Lingkungan menginginkannya ia berhenti menjelajah alam pikirnya. Sebenarnya bukan saja karena realitas pengetahuan superior ia kalah. Tapi karena realitas bahwa pengetahuan itu sudah menjelma kultural yang membuat ia lebih baik mendatangi pusat-pusat pengetahuan yang menjadikan arah pengetahuannya berjalan ke dalam dirinya. 


Ada video lucu yang berkeliaran di media sosial. Orang berwajah polos sedang mencoba memasukkan kata sandi pada komputernya. Yang dimasukkan sesuai kata yang diperintah layar komputernya. Dia mengetik kata "sandi" keluarlah perintah "kata sandi anda salah", kembali ia memasukan kata "Salah" lalu keluar perintah "silahkan coba lagi nanti' ia memasukan kata "nanti" hingga akhirnya ia tidak bisa menggunakan komputernya.

Ini humor yang lumayan berisi, jika kita punya selera humor tinggi. Meski banyak netizen menganggapnya video iseng biasa.

Orang Indonesia memang berjiwa humoris. Jiwa humoris ini menjadi daya tahan persatuan Indonesia. Meski beberapa waktu belakangan masyarakat Indonesia mengalami keterbelahan. Indonesia masih merupakan negara yang mewadahi masyarakat yang santai. Santai saja, tidak ada yang mengancam kesatuan Indonesia hingga hari ini. 

Selasa, 10 September 2024

ESAI

Pancang Kebijaksanaan dan Peradaban dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan

M. Taufan Musonip




"Adab menjadikan ilmu berkembang, mempertahankan kelestarian kitab klasik dan seharusnya menjadi landasan kitab-kitab kontemporer yang menjadi medan pelestarian kitab-kitab terdahulu.

Iseng-iseng di hari Minggu saya mendapati buku Manusia dan Lingkungannya karya Penulis Belanda. Buku seri filsafat Universitas Atmajaya. Di dalam buku itu ada tulisan tentang "hasrat ingin tahu" sebagai daya pantik seorang manusia bisa menjadikannya seorang filsuf dengan dimulai dari sebuah pertanyaan:

"Apakah seorang filsuf itu dia yang pandai bicara dan sulit dikalahkan (dalam setiap diskusi)?"

Kemudian penulis menyitir kembali arti dari philosopher dari salah satu kamus Bahasa Inggris: Philos artinya yang mencintai dan Sophen yang berarti Kebijaksanaan. Makna filsafat nyatanya tentang kebijaksanaan. Yaitu cara menggunakan dan memperlakukan ilmu.

Jadi dalam alam kehidupan masyarakat Islam, ahlak filsuf itu seharusnya lebih dekat ke sufistik. Kata sophen pun lebih terdengar dekat ke bunyi kata sufi. Kefilsufan itu mungkin awal dari jiwa sufi.

Menuntut ilmu itu memerlukan hasrat. Agar semua penghalang yang menutupi jalannya pencarian ilmu bisa disingsingkan. Hasrat mengetahui ini adalah hasrat alam malakut, hasrat intelektual, tempatnya para malaikat menyampaikan segala ilham. Seharusnya juga dilalui seorang sufi. Karenanya hasrat itu bagai istilah An-Nafs dalam kalam-kalam sufi. 

Sabtu, 31 Agustus 2024

ESAI

Menciptakan Adab dalam Menimba Ilmu

M. Taufan Musonip


"Semua orang yang ada di sekitar kita, duduk, berdirinya, berjalan dan diamnya sudah atas ijin Allah. Ini adalah prinsip utama kaum sufi. Semua orang yang lalu lalang di hidupnya, adalah kado terindah dari Allah.


Lukisan Karya Etiye Dimma Poulsen



Ia membeli dua buah coklat kesukaan anaknya, saat ia melihat si tukang parkir yang mangkal di pelataran Supermarket. Saat itu membeli coklat dan ingat kesukaan anaknya bukan timbul karena dorongan memenuhi rasa kasih sayang anaknya yang sangat menyukai coklat, tapi karena kesal harus selalu menyisihkan uang kembalian untuk membayar parkir. Karena tarif parkir ilegal sudah lazim, kekesalan itu sudah meresap ke alam bawah sadarnya. Ia harus menukar uang pecahan seratusan untuk uang dua ribuan si juru parkir.

Padahal ia bisa saja memberikan uang lebih besar dari dua ribuan untuk si juru parkir. Karena kesal akibat dampak kultural dari kerusakan sistemik yang membuat tukang parkir ilegal ada di mana-mana ia terkena virus bakhil, menukarkan uang menjadi pecahan, dan selintas ia merasa telah memboroskan uangnya. Ingat istrinya tidak lagi memberi terlalu banyak coklat pada anaknya, coklat memang makanan yang konon bisa meningkatkan kecerdasan, tetapi di sisi lain manisnya coklat membuat lidah anaknya tak mau lagi berpetualang mencari kenikmatan pada makanan yang lain. Anaknya jadi kurang menyukai makanan pokok.

Saat ia menghidupkan mobilnya untuk segera pergi dari supermarket itu, si tukang parkir malah tidak kelihatan batang hidungnya untuk melayaninya memarkirkan mobilnya. Apes benar katanya! Sudah memboroskan uang, ia tak dilayani. Letak masalahnya bukan pada "tidak dilayani" tapi pada "membeli coklat" agar uangnya menjelma recehan.